Breaking News

Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan, Warga Pacet Protes Jalan Rusak Bertahun-tahun

  

INFRASTRUKTUR - Warga beramai-ramai menanam pohon pisang di tengah jalan, sebagai bentuk protes jalan rusak tak kunjung diperbaiki di Dusun Pacet Selatan, Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada Jumat (31/7/2026). (by tribunjatim.com)

MOJOKERTO – Kekesalan warga Dusun Pacet Selatan, Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, akhirnya diwujudkan melalui aksi tanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak. Aksi tersebut digelar pada Jumat (31/7/2026) sebagai bentuk protes karena jalan penghubung desa sepanjang sekitar 2,5 kilometer tak kunjung diperbaiki meski telah beberapa kali diusulkan kepada pemerintah.

Puluhan pohon pisang ditanam di sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan paling parah. Selain menjadi simbol kekecewaan, aksi itu juga diharapkan mampu menarik perhatian pemerintah agar segera merealisasikan perbaikan infrastruktur yang selama ini dinilai diabaikan.

Ketua RT 03 Dusun Pacet Selatan, Buadi Ahmad (42), mengatakan inisiatif tersebut muncul dari warga yang sudah bertahun-tahun merasakan dampak buruk kondisi jalan.

Menurutnya, usulan perbaikan telah diajukan sejak tahun 2023 sebanyak dua kali. Namun hingga kini belum ada realisasi pembangunan, meski sebelumnya petugas sempat melakukan pengukuran di lokasi.

"Tujuannya agar jalan rusak ini mendapat perhatian pemerintah dan segera diperbaiki. Pengajuan sudah dua kali sejak 2023, tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Dulu hanya dilakukan pengukuran saja," ujarnya.

Buadi menjelaskan, kondisi jalan yang rusak menghambat berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari anak-anak yang berangkat ke sekolah hingga mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Selain menjadi akses utama masyarakat, jalan tersebut juga merupakan jalur menuju sejumlah destinasi wisata di kawasan Pacet, seperti COD Tegal Klopo dan Cafe Alam Teduh, sehingga kerusakannya turut berdampak pada sektor pariwisata.

"Kasihan anak-anak sekolah maupun para orang tua yang setiap hari harus melewati jalan rusak saat mengantar anaknya. Jalan ini juga menjadi akses wisata sehingga sangat penting untuk segera diperbaiki," jelasnya.

Ia menyebut kerusakan paling parah berada di wilayah RT 04, tepatnya dari depan masjid menuju kawasan Tegal Klopo. Di lokasi tersebut, warga menanam lebih banyak pohon pisang sebagai bentuk protes atas kondisi jalan yang dinilai membahayakan pengguna.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata dan memperbaiki jalan tersebut dalam waktu dekat agar aktivitas masyarakat kembali lancar.

Aksi protes tersebut akhirnya mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto memastikan akan segera melakukan penanganan terhadap ruas jalan yang rusak.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Henri Surya, mengatakan pihaknya telah menerjunkan petugas untuk melakukan survei lapangan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat.

"Berdasarkan hasil pengecekan, besok kami akan melakukan pemeliharaan berupa penambalan jalan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia," katanya.

Langkah tersebut diharapkan menjadi solusi awal untuk mengurangi kerusakan jalan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan sambil menunggu penanganan yang lebih permanen. (Red./EI)

0 Comments

© Copyright 2022 - SUARA JATIM