SURABAYA – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya mengingatkan seluruh pihak agar tidak menjadikan Hari Anak Nasional hanya sebagai momentum seremonial. Peringatan tersebut harus menjadi pengingat bahwa upaya perlindungan terhadap anak perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Ketua Komnas PA Surabaya, Syaiful Bachri, mengatakan kasus kekerasan terhadap anak masih terus terjadi meskipun berbagai program sosialisasi dan edukasi tentang perlindungan anak telah dilakukan.
Menurutnya, laporan yang diterima Komnas PA Surabaya masih didominasi kasus perundungan atau bullying serta dugaan pelecehan seksual terhadap anak.
"Laporan yang masuk di kami, yang marak itu masih bullying, kemudian pelecehan seksual. Juga ada beberapa kasus lain seperti tentang hak asuh anak," ujar Syaiful.
Namun, ia menegaskan data tersebut hanya berasal dari laporan yang diterima langsung oleh Komnas PA Surabaya. Jumlah tersebut belum mencerminkan keseluruhan kasus yang ditangani oleh berbagai lembaga maupun pihak lain yang juga bergerak di bidang perlindungan anak.
Selain kekerasan fisik dan seksual, Komnas PA Surabaya juga menyoroti berbagai ancaman lain yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak. Di antaranya paparan konten pornografi dan pornoaksi, penyalahgunaan narkoba, hingga penggunaan rokok dan vape di kalangan anak-anak.
Menurut Syaiful, kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar perlindungan terhadap anak dapat berjalan secara menyeluruh.
"Harapan kita di hari ini, semua pihak baik dari pemerintah, stakeholder, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama bisa seiring sejalan dalam memberikan pemenuhan 10 hak dasar anak," tuturnya.
Keluarga Jadi Perlindungan Pertama Anak
Komnas PA Surabaya menegaskan keluarga memiliki peran paling penting dalam mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak.
Syaiful menyebut keluarga merupakan lingkungan pertama yang berinteraksi langsung dengan anak, sehingga memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan rasa aman dan nyaman.
"Upaya preventif yang paling maksimal adalah dari keluarga," tegasnya.
Ia mengimbau para orang tua untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, memperhatikan perubahan perilaku, serta menciptakan lingkungan rumah yang mendukung tumbuh kembang anak.
Menurutnya, keluarga yang kuat akan menjadi fondasi dalam membentuk karakter anak sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sekitar.
"Anak-anak adalah masa depan. Dari keluarga yang hebat akan menciptakan generasi yang kuat. Dari generasi yang kuat akan menciptakan negara yang luar biasa dan kesejahteraan untuk semua," pungkasnya.
Komnas PA Surabaya berharap peringatan Hari Anak Nasional dapat menjadi momentum memperkuat komitmen bersama antara pemerintah, keluarga, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi anak.(red/lis)
0 Comments