Breaking News

Kebakaran Lahan Tebu di Tarokan Dipadamkan Hampir Empat Jam


petugas sedang memadamkan kebakaran(photo by radar kediri)


KEDIRI
– Kebakaran melanda lahan tebu milik H. Ibrahim dan Yuli Harianto di Dusun Gebangkerep Kulon, Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan, Senin (13/7). Sekitar delapan hektare tanaman tebu hangus terbakar, dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp780 juta.

Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan warga bernama Gufron sekitar pukul 09.20 WIB. Menerima laporan itu, Tim Pemadam Kebakaran Pos Grogol langsung bergerak menuju lokasi tiga menit kemudian dan tiba sekitar pukul 09.28 WIB untuk melakukan upaya pemadaman.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan hasil penelusuran sementara menunjukkan api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sisa daun tebu kering atau daduk yang dilakukan salah seorang warga.

Kondisi cuaca yang panas disertai embusan angin kencang membuat kobaran api dengan cepat merambat ke hamparan tebu yang belum memasuki masa panen.

"Api diduga berasal dari pembakaran daduk. Karena angin cukup kencang, kobaran api dengan cepat meluas hingga membakar sekitar delapan hektare lahan tebu," ujarnya.

Dalam proses pemadaman, Damkar mengerahkan dua unit mobil pemadam dari Pos Grogol dengan kapasitas tangki masing-masing 5.000 liter dan 4.000 liter. Sebanyak tujuh personel diterjunkan untuk mengendalikan kobaran api.

Selain menggunakan armada pemadam, petugas juga melakukan pemadaman secara manual dengan metode gepyok dan membuat sekat api di sejumlah titik yang tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api terus meluas ke lahan di sekitarnya.

Proses pemadaman berlangsung hampir empat jam, dimulai sekitar pukul 09.29 WIB hingga api berhasil dipastikan padam pada pukul 13.05 WIB.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, luasnya area yang terbakar menyebabkan kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp780 juta.

Kaleb mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka, terutama membakar sisa-sisa tanaman saat musim kemarau. Menurutnya, suhu udara yang tinggi dan angin kencang membuat api sangat mudah menyebar sehingga meningkatkan risiko kebakaran lahan.

"Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka, khususnya di sekitar lahan pertanian. Pada musim kemarau, risiko api merembet sangat tinggi dan dapat menimbulkan kerugian yang besar," pungkasnya.(red/lis)

0 Comments

© Copyright 2022 - SUARA JATIM