Breaking News

Hari Anak Nasional 2026, Pemkab Kediri Hadirkan Edukasi Menyenangkan dan Perkuat Pendidikan Inklusif

  


KEBERSAMAAN - Pemerintah Kabupaten Kediri memperingati Hari Anak Nasional 2026 dengan menggelar kegiatan edukatif bertajuk Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan di Wisata Ubalan,(dok.tribunjatim.com)



KEDIRI
– Pemerintah Kabupaten Kediri memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dengan cara berbeda. Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, kegiatan dikemas dalam konsep belajar sambil bermain di kawasan Wisata Ubalan, Kamis (23/7/2026).

Momentum tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk mendapatkan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus memperkuat komitmen Pemkab Kediri dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak, aman, dan inklusif.

Sebanyak sekitar 150 anak dari jenjang TK hingga siswa SD kelas 1 dan 2 mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari sejumlah wilayah, yakni Kecamatan Pare, Wates, Ngancar, dan Plosoklaten. Selain itu, kegiatan juga melibatkan siswa Sekolah Rakyat serta anak-anak dari salah satu daycare di Kabupaten Kediri.

Sejak pagi, kawasan Wisata Ubalan dipenuhi suasana ceria. Anak-anak mengikuti berbagai kegiatan seperti senam bersama, drama musikal, permainan edukatif, hingga simulasi pembelajaran interaktif.

Tidak hanya bermain, para peserta juga mendapatkan berbagai pengetahuan penting. Edukasi pola hidup bersih dan sehat diberikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI), sementara BPBD Kabupaten Kediri memberikan pembelajaran mengenai mitigasi bencana. Anak-anak juga dikenalkan cara menghadapi situasi kebakaran oleh petugas pemadam kebakaran.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri, Nuwulan Andadari, mengatakan konsep kegiatan sengaja dibuat menyenangkan agar pesan edukasi lebih mudah diterima anak-anak.

"Hari ini kami mengisi Hari Anak Nasional dengan kegiatan yang menyenangkan sekaligus edukatif. Anak-anak dikenalkan pola hidup bersih dan sehat, cara mencegah kecelakaan, hingga bagaimana menghadapi kebakaran," ujarnya.

Menurut Nuwulan, pemilihan Wisata Ubalan sebagai lokasi kegiatan juga bertujuan menciptakan suasana belajar yang sesuai dengan dunia anak.

Pihaknya ingin anak-anak tetap menikmati masa bermain, sekaligus belajar membangun karakter positif, menyayangi sesama, serta berani meminta bantuan ketika menghadapi persoalan.

"Prinsipnya kami mencari tempat yang membuat anak-anak merasa senang. Kami ingin mengajak mereka kembali menikmati dunia bermain, belajar menyayangi teman, berpikir positif, dan berani meminta pertolongan ketika menghadapi masalah," jelasnya.

Dorong Pembelajaran Lewat Permainan

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin menilai konsep kegiatan tersebut sejalan dengan metode pembelajaran anak usia dini dan sekolah dasar yang menempatkan permainan sebagai bagian dari proses perkembangan.

Menurutnya, dunia anak identik dengan aktivitas yang menyenangkan. Karena itu, metode belajar perlu dikembangkan melalui pendekatan yang mampu menstimulasi berbagai kemampuan anak.

"Dunia anak adalah dunia yang menyenangkan. Karena itu pembelajaran harus dikembangkan melalui permainan yang tetap memberikan stimulasi pendidikan," kata Muhsin.

Ia menambahkan, keberhasilan pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan orang tua dan lingkungan sekitar.

Kolaborasi antara guru dan keluarga diperlukan agar perkembangan anak dapat tumbuh secara maksimal, baik dari sisi moral, agama, kognitif, bahasa, seni, maupun kemampuan motorik.

Pendidikan Inklusi Terus Diperkuat

Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini juga menjadi momentum Pemkab Kediri untuk menegaskan komitmen terhadap pendidikan inklusi.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir anak berkebutuhan khusus (ABK) dari TK B TK PKK Sumberagung, Kecamatan Wates. Meski menggunakan kursi roda, mereka tetap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan bersama anak-anak lainnya.

Muhsin menjelaskan, Pemkab Kediri telah menerapkan kebijakan pendidikan inklusi melalui Surat Keputusan (SK) Bupati yang mewajibkan seluruh satuan pendidikan menerima anak berkebutuhan khusus yang mendaftar.

Kebijakan tersebut berlaku mulai jenjang PAUD hingga SMA, SMK, maupun madrasah di Kabupaten Kediri.

"Sejak dua tahun lalu Mas Bupati telah menginstruksikan melalui SK Bupati bahwa semua sekolah, mulai PAUD sampai SMA, SMK, maupun madrasah di Kabupaten Kediri harus menerima anak berkebutuhan khusus ketika mereka mendaftar," ungkapnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak untuk mendapatkan pendidikan tanpa diskriminasi maupun perundungan.

Untuk mendukung pelaksanaan pendidikan inklusi, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri telah melatih sekitar 300 guru pendamping khusus (GPK). Jumlah tersebut akan terus ditambah secara bertahap mengingat jumlah sekolah yang membutuhkan pendampingan masih cukup banyak.

"Guru pendamping khusus sudah sekitar 300 orang. Namun jumlah sekolah masih sangat banyak, sehingga setiap tahun kami terus menambah pelatihan agar semakin banyak guru yang siap mendampingi anak berkebutuhan khusus," jelas Muhsin.

Dukungan Nyata bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Komitmen pendidikan inklusi tersebut dirasakan langsung oleh Siti Sholikah (51), nenek dari Rafa Azka, salah satu siswa berkebutuhan khusus yang mengikuti kegiatan HAN 2026.

Ia mengaku bersyukur karena cucunya dapat bersekolah bersama anak-anak seusianya dengan dukungan guru yang sabar mendampingi.

Menurutnya, fasilitas berupa kursi roda yang digunakan Rafa juga merupakan bantuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri sejak awal masuk TK A.

"Alhamdulillah kami sangat terbantu. Kursi roda ini bantuan dari Dinas Pendidikan saat Rafa masuk TK A. Guru-gurunya juga sabar mendampingi, terutama saat Rafa belajar menulis," tuturnya.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, Pemkab Kediri berharap seluruh anak mendapatkan ruang tumbuh yang aman, kesempatan belajar yang setara, serta dukungan untuk meraih masa depan yang lebih baik.(red/lis)

0 Comments

© Copyright 2022 - SUARA JATIM