KABUPATEN KEDIRI – Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Kediri menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat daya saing koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Salah satunya melalui kerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk menggelar pelatihan manajemen bisnis dan peningkatan kapasitas pengurus koperasi di seluruh wilayah Kabupaten Kediri.
Komitmen tersebut disampaikan usai kegiatan Sarasehan Perkoperasian dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke-79 tingkat Kabupaten Kediri yang berlangsung di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), Rabu (22/7/2026).
Ketua Dekopinda Kabupaten Kediri, Buat Santoso, mengatakan penguatan kapasitas pengurus menjadi salah satu langkah penting agar koperasi mampu berkembang menghadapi persaingan ekonomi yang semakin dinamis.
Dalam waktu dekat, Dekopinda akan mengundang seluruh pengurus KDMP se-Kabupaten Kediri untuk mendapatkan pembekalan mengenai tata kelola bisnis modern, strategi pengembangan usaha, hingga pengelolaan organisasi yang lebih profesional.
"Pelatihan ini bertujuan agar koperasi memiliki daya saing yang kuat dan mampu berkembang layaknya badan usaha modern tanpa meninggalkan prinsip dasar ekonomi kerakyatan," ujar Buat Santoso.
Menurutnya, koperasi saat ini harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Tidak hanya menjalankan fungsi simpan pinjam atau usaha konvensional, koperasi juga perlu memiliki inovasi, strategi pemasaran, serta pemanfaatan teknologi agar mampu bersaing.
Bidik Generasi Muda Masuk Koperasi
Selain meningkatkan kemampuan pengurus koperasi, Dekopinda Kabupaten Kediri juga mulai menyiapkan program regenerasi dengan menyasar kalangan muda, khususnya masyarakat berusia di bawah 40 tahun.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat selama ini koperasi masih sering dianggap sebagai wadah ekonomi yang identik dengan kelompok usia senior. Padahal, keterlibatan generasi muda menjadi kunci keberlanjutan koperasi di masa depan.
Melalui program pelatihan tersebut, anak-anak muda akan diperkenalkan dengan berbagai aspek perkoperasian, mulai dari tata kelola keuangan, peluang bisnis lokal, hingga pemanfaatan koperasi sebagai wadah pengembangan ekonomi bersama.
Dekopinda juga ingin memberikan pemahaman bahwa koperasi dapat menjadi pilihan positif bagi generasi muda dalam membangun aktivitas ekonomi yang sehat dibanding terjebak dalam praktik pinjaman online ilegal maupun judi online.
"Program ini sudah menjadi agenda utama Dekopinda. Kami ingin anak-anak muda memahami peran strategis koperasi sejak dini, terlebih saat ini gerakan koperasi juga mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat," tegasnya.
KDMP Bedali Jadi Contoh Keberhasilan
Rencana penguatan kapasitas koperasi tersebut mendapat dukungan dari para pengelola koperasi desa. Ketua KDMP Bedali, Kecamatan Ngancar, Andri Susanto, menilai pendampingan dan pembinaan berkelanjutan sangat dibutuhkan agar koperasi desa mampu berkembang secara mandiri.
Menurutnya, koperasi desa perlu melakukan diversifikasi usaha agar tidak hanya bergantung pada satu sektor bisnis tertentu.
Pada peringatan Hari Koperasi ke-79 tingkat Kabupaten Kediri, KDMP Bedali berhasil meraih penghargaan dari Dekopinda Kabupaten Kediri sebagai koperasi dengan capaian transaksi terbanyak sejak awal tahun 2026.
Andri menyebut pencapaian tersebut tidak lepas dari konsistensi pengelolaan usaha serta keterlibatan aktif anggota dari berbagai kelompok usia.
"Capaian transaksi ini berkat konsistensi pengelolaan usaha dan keaktifan anggota dari berbagai latar belakang usia, mulai dari bawah 30 tahun hingga 50 tahun. Regenerasi memang terus kami dorong di KDMP Bedali," ungkapnya.
Ia menambahkan, keterlibatan generasi muda dalam struktur koperasi juga menjadi faktor penting dalam mempercepat transformasi digital.
Menurutnya, anak muda memiliki kemampuan adaptasi yang lebih cepat terhadap perkembangan teknologi sehingga dapat membantu koperasi desa meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jangkauan usaha.
"Anak muda memiliki wawasan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Keterlibatan mereka sangat penting agar koperasi di Kabupaten Kediri tidak gagap digital dan bisa melompat lebih maju di masa depan," pungkas Andri.
Dengan penguatan manajemen, regenerasi pengurus, serta pemanfaatan teknologi, Dekopinda Kabupaten Kediri berharap koperasi tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi kekuatan ekonomi masyarakat yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.(red/lis)
0 Comments