Breaking News

Bali Jadi Lokasi Pertama PSEL Indonesia, Danantara Targetkan Rampung Lebih Cepat dari Jadwal

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani saat meresmikan proyek PSEL di Bali,(photo by liputan6)


JAKARTA, Suara Jatim– Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi memulai pembangunan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) perdana di Indonesia. Bali dipilih sebagai lokasi aglomerasi pertama untuk proyek berbasis teknologi pengolahan sampah dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp3 triliun.

Acara peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek tersebut digelar di Bali pada Rabu (8/7/2026). Meski dalam perencanaan awal proyek ditargetkan mulai beroperasi pada semester I-2028, CEO Danantara Rosan Roeslani optimistis pembangunan dapat diselesaikan lebih cepat.

"Saya meyakini, walaupun targetnya semester pertama 2028 kalau saya baca dari luar, tapi ini bisa selesai pada akhir tahun 2027," ujar Rosan dalam acara groundbreaking PSEL Bali.

Rosan mengatakan, pihaknya optimistis mitra pelaksana proyek, Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd melalui PT Weiming Nusantara Bali New Energy, mampu menyelesaikan pembangunan sesuai target dengan tetap mengedepankan kualitas dan standar pengelolaan yang tinggi.

Menurutnya, proses pemilihan mitra dilakukan secara panjang dan penuh kehati-hatian dengan menerapkan prinsip tata kelola yang transparan serta akuntabel.

"Proses yang kita lakukan tidak hanya cepat, tapi sangat penuh kehati-hatian dengan tata kelola yang tertinggi, dengan transparansi dan akuntabilitas yang paling tinggi. Setelah melalui proses yang begitu panjang dan cepat, kita melihat bahwa Weiming adalah partner yang terbaik untuk Bali," jelas Rosan.

Solusi Atasi Persoalan Sampah

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan proyek PSEL menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menangani persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk Bali.

Menurutnya, proyek tersebut dapat berjalan setelah pemerintah melakukan penyederhanaan sejumlah regulasi yang sebelumnya menjadi hambatan dalam penyelesaian masalah sampah.

"Program ini dapat berjalan karena hambatan regulasi yang selama bertahun-tahun memperlambat penyelesaian persoalan sampah mulai kita sederhanakan melalui deregulasi," kata Zulkifli saat meresmikan proyek tersebut.

Ia menambahkan, dengan regulasi yang lebih jelas, kerja sama antarpihak yang kuat, serta tata kelola yang baik, pengelolaan sampah dapat dilakukan lebih cepat dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat maupun lingkungan.

Spesifikasi Proyek PSEL Bali

Proyek PSEL Bali dibangun di Desa Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan. Fasilitas ini dirancang untuk mengolah sampah rumah tangga dan menghasilkan energi listrik melalui teknologi pembakaran modern.

Adapun rincian proyek tersebut meliputi:

  • Nilai investasi: sekitar Rp3 triliun

  • Kapasitas pengolahan: 1.500 ton sampah per hari

  • Teknologi utama: moving grate incinerator dengan sistem pengendalian polusi udara (Air Pollution Control System/APCS) berlapis

  • Potensi penyerapan tenaga kerja: hingga 1.200 orang

Teknologi yang digunakan dalam proyek ini telah diterapkan di berbagai negara dan dirancang untuk memastikan proses pengolahan sampah berlangsung aman serta memenuhi standar lingkungan.

Kurangi Beban Sampah Generasi Mendatang

Rosan Roeslani menilai pembangunan PSEL Bali merupakan langkah penting untuk mencegah persoalan sampah menjadi beban bagi generasi berikutnya.

Menurutnya, proyek ini sejalan dengan arahan pemerintah agar persoalan lingkungan dapat segera ditangani melalui solusi yang berkelanjutan.

"Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, masalah sampah adalah tantangan kita bersama yang harus diselesaikan secepat mungkin, sehingga tidak menjadi beban bagi generasi mendatang," tegas Rosan.

Ia menjelaskan, keberadaan PSEL tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, tetapi juga memberikan manfaat tambahan berupa produksi energi listrik serta peningkatan kualitas lingkungan.

Danantara berharap proyek PSEL Bali dapat menjadi contoh pengelolaan sampah modern yang nantinya bisa diterapkan di wilayah lain di Indonesia. Dengan teknologi pengolahan yang tepat, sampah tidak lagi hanya menjadi masalah lingkungan, tetapi dapat diubah menjadi sumber energi yang bernilai manfaat.(red/lis)

0 Comments

© Copyright 2022 - SUARA JATIM