Breaking News

Remaja 15 Tahun Tewas dalam Kecelakaan di Purwoharjo, Diduga Gagal Menyalip Dua Kendaraan

Anggota Satlantas Polresta Banyuwangi melakukan olah TKP di Jalan Raya Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo (photo by radar banyuwangi)




BANYUWANGI-
Aksi nekat mendahului dua kendaraan sekaligus di jalan raya berakhir tragis. Seorang remaja berusia 15 tahun asal Kecamatan Cluring, Banyuwangi, meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Sabtu malam (27/6). Korban mengalami benturan keras dengan sebuah mobil yang melaju dari arah berlawanan saat mencoba menyalip kendaraan di depannya.

Korban diketahui berinisial EKA (15), warga Desa Tampo, Kecamatan Cluring. Setelah kecelakaan terjadi, warga sekitar bersama petugas segera memberikan pertolongan dan membawa korban menuju Puskesmas Benculuk. Namun, akibat luka berat yang dideritanya, EKA dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan sebelum sempat mendapatkan penanganan medis.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Tri Pepri Alfiyan, menjelaskan bahwa sebelum insiden terjadi korban mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi P 2118 QAU dari arah utara menuju selatan dengan kecepatan sedang.

Saat melintas di depan Masjid Hasyim Ashari, Desa Kradenan, korban berusaha mendahului dua mobil yang sedang melaju di depannya. Pada waktu yang hampir bersamaan, dari arah berlawanan melintas sebuah mobil Kia Pregio bernomor polisi AG 1783 RI yang dikemudikan ASP (24), warga Kecamatan Blimbingsari.

Karena korban telah berada di jalur berlawanan sementara jarak dengan mobil yang datang dari arah selatan sudah terlalu dekat, tabrakan frontal tidak dapat dihindarkan. Pengemudi mobil disebut tidak memiliki cukup ruang maupun waktu untuk melakukan manuver menghindar.

"Karena jarak yang terlalu dekat dan pengemudi mobil tidak bisa menghindar, terjadilah laka lantas," ujar Ipda Tri Pepri.

Benturan yang terjadi mengakibatkan pengendara sepeda motor mengalami luka sangat serius. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya memberikan bantuan sebelum korban dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat. Sayangnya, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

"Korban meninggal dunia saat di perjalanan, sedangkan pengendara mobil dalam kondisi sehat," tambah Ipda Tri Pepri.

Usai kejadian, petugas Satlantas Polresta Banyuwangi segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kendaraan yang terlibat kecelakaan diamankan sebagai barang bukti, sementara sejumlah saksi dimintai keterangan guna memastikan kronologi peristiwa secara menyeluruh. Polisi juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk melengkapi proses penanganan kasus kecelakaan tersebut.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko manuver mendahului di jalan dua arah. Meski terlihat sederhana, tindakan menyalip kendaraan memerlukan perhitungan yang matang terhadap kondisi lalu lintas, jarak pandang, kecepatan kendaraan sendiri maupun kendaraan dari arah berlawanan, serta ketersediaan ruang yang cukup untuk kembali ke lajur semula.

Satlantas Polresta Banyuwangi mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mengedepankan keselamatan selama berkendara dan tidak memaksakan diri melakukan manuver apabila kondisi jalan tidak memungkinkan.

"Utamakan keselamatan dan taati peraturan lalu lintas. Jika lelah atau mengantuk lebih baik istirahat terlebih dahulu," imbau Ipda Tri Pepri.

Kecelakaan maut yang merenggut nyawa remaja tersebut menjadi pelajaran bahwa satu keputusan yang diambil dalam hitungan detik dapat membawa konsekuensi yang sangat besar. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, kesabaran saat berkendara, serta kewaspadaan terhadap kondisi jalan menjadi faktor penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang berujung pada hilangnya nyawa.(red/lis)

0 Comments

© Copyright 2022 - SUARA JATIM